Selasa, 15 Juni 2010

menejemen konflik keperawatan

MENEJEMEN KONFLIK

DEFINISI KONFLIK

a. Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok atau organisasi.

b. Sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama.

ASPEK POSITIF DALAM KONFLIK

Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Misalnya, konflik dapat menggerakan suatu perubahan :

a. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.

b. Memberikan saluran baru untuk komunikasi.

c. Menumbuhkan semangat baru pada staf.

d. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.

e. Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi.

Apabila konflik mengarah pada kondisi destruktif, maka hal ini dapat berdampak pada penurunan efektivitas kerja dalam organisasi baik secara perorangan maupun kelompok, berupa penolakan, resistensi terhadap perubahan, apatis, acuh tak acuh, bahkan mungkin muncul luapan emosi destruktif, berupa demonstrasi.

PENYEBAB KONFLIK

Konflik dapat berkembang karena berbagai sebab sebagai berikut:

a. Batasan pekerjaan yang tidak jelas

b. Hambatan komunikasi

c. Tekanan waktu

d. Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal

e. Pertikaian antar pribadi

f. Perbedaan status

g. Harapan yang tidak terwujud

PENGELOLAAN KONFLIK

Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan:

a. Disiplin: Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Manajer perawat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum jelas, mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya.

b. Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan: Konflik dapat dikelola dengan mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya. Misalnya; Perawat junior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, sedangkan bagi perawat senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

c. Komunikasi: Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.

d. Mendengarkan secara aktif: Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Untuk memastikan bahwa penerimaan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar, mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.

TEKNIK ATAU KEAHLIAN UNTUK MENGELOLA KONFLIK

Pendekatan dalam resolusi konflik tergantung pada :

a. Konflik itu sendiri

b. Karakteristik orang-orang yang terlibat di dalamnya

c. Keahlian individu yang terlibat dalam penyelesaian konflik

d. Pentingnya isu yang menimbulkan konflik

e. Ketersediaan waktu dan tenaga

STRATEGI :

a. Menghindar

Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

b. Mengakomodasi

Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

c. Kompetisi

Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

d. Kompromi atau Negosiasi

Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

e. Memecahkan Masalah atau Kolaborasi

Pemecahan sama-sama dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.

Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

PETUNJUK PENDEKATAN SITUASI KONFLIK :

a. Diawali melalui penilaian diri sendiri

b. Analisa isu-isu seputar konflik

c. Tinjau kembali dan sesuaikan dengan hasil eksplorasi diri sendiri.

d. Atur dan rencanakan pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik

e. Memantau sudut pandang dari semua individu yang terlibat

f. Mengembangkan dan menguraikan solusi

g. Memilih solusi dan melakukan tindakan

h. Merencanakan pelaksanaannya

KASUS

Ns A mengadu kepada kepala ruangan bahwa dia tidak mau kerja shift bersama br.T , ini terjadi karena ketidakcocokan antara keduanya. Menuru Ns A bahwa br T suka telat, kerja sesuka hati dan tidak bertanggung jawab. Sudah pernah ditegur tapi malahan marah karena merasa senior dan merasa tersinggung dengan sikap Ns a. Br T sendiri merasa tidak senang dengan Ns A yang menurutnya suka menggurui dan terlihat menonjolkan gelar keserjanaanya. Sikap dari rekan-rekan lain sebagian membela Ns A dan sebagian membela br.T

  1. jika anda sebagai kepala ruang, apa analisa anda terhadap kasus ini?

Hubungan interpersonal antara perawat dengan perawat , kolega, kelompok, keluarga pasen maupun orang lain dapat merupakan sumber terjadinya konflik, oleh sebab itu perawat harus mengetahui dan memahami manajemen konflik. Penyebab konflik meliputi: ketidakjelasan uraian tugas, gangguan komunikasi, tekanan waktu, standar, kebijakan yang tidak jelas, perbedaan status, dan harapan yang tidak tercapai. Konflik dapat dicegah atau diatur dengan menerapkan disiplin, komunikasi efektif, dan saling pengertian antara sesama rekan kerja.Untuk mengembangkan alternatif solusi agar dapat mencapai satu kesepakatan dalam pemecahan konflik ,diperlukkan komitmen yang sungguh sungguh .

b. Langkah-langkah apa yang harus anda ambil untuk mengatasi konflik diatas?

Ada beberapa stragtegi yang dapat digunakan, antara lain ;

Sebagai kepala ruangan, komunikasi amat lah penting, maka jika ada suatu masalah dalam hal apa pun di dalam pekerjaan menerapkan komunikasi yang afektif dalam kegiatan sehari-hari, dan sebagai kepala ruangan kita harus mendengarkan atau menampung masalah yang terjadi pada bawahanya dan dengan cara mendengarkan dengan baik, kita bisa merumuskan masalah yang terjadi. Kedua perawat yang sedang bermaslah kita panggil dan kita diskusikan bersama atau kompromi tentang masalah yang terjadi dan saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

Dan kita sebagai kepala ruangan kita harus bisa memecahkan masalah yang terjadi agar tidak berkepanjangan. Pemecahan sama-sama dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.

Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

Kelompok 3

1. mahmud fauzi

2. masngudin

3. meika fitri

4. ngafif mansyur

5. nico

6. novi

7. nurani

8. nuri

9. okatvian

10. retno wulan

sumber: http://subektiheru.blogspot.com/2008/03/manajemen-konflik.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar