Jumat, 19 Februari 2010

manfaa buncis untuk penderita daiabetes millitus

Siapa yang tak tahu sayur buncis? Sayur yang mirip dengan kacang panjang namun lebih pendek dan gemuk ini sudah bukan merupakan tanaman yang asing bagi kita. Buncis dapat dibudidayakn dengan mudah, bahkan kitapun dapat menanamnya dihalaman rumah untuk digunakan sebagai persediaan. Sehingga kita dapat memanfaatkannya sewaktu-waktu. Buncis ditanam di awal musim hujan . Cara tanam dan perawatannya tak jauh beda dengan kacang panjang. Buncis dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran segar.
Penyakit diabet bisa disebabkan riwayat keturunan maupun gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena diabet baik tua maupun muda.
Jadi, bagi yang masih muda, perlu dijaga pola makannya. Waspada juga bagi yang memiliki orang tua pengidap diabet, karena bisa juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.
Tapi, resiko terkena terkena kencing manis dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok,miras dan lain sebagainya. Bagi kalian atau orang-orang terdekat kalian yang sudah terkena penyakit ini, sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Bagi penderita yang sudah parah, rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur.
Banyak obat-obat diabet yang beredar di masyarakat, namun harganya sangat mahal. Karena bahan-bahannya banyak yang diimpor. Bagaimana dapat mengobati diabet khususnya bagi ekonomi menengah ke bawah jika harga obatnya selangit?
Jangan khawatir, kini telah ditemukan obat manjur, murah meriah dan mudah didapat sebagai alternatif penyembuhan diabet tanpa harus mengeluarkan banyak uang. “Obat” ini mudah kita dapatkan di pasar-pasar tradisional, supermarket, dan pedagang sayuran keliling.
Hmm… Obat apa yang murah meriah dan manjur itu ? BUNCIS. Ya, tepat sekali. Buncis ini sering dibuat isi campuran dalam sup, ditumis, maupun sebagai lalapan. Tentu anda tidak asing lagi dengan buncis. Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu obati diabet. Hal ini terbukti dari penelitian Yayuk Andayani (disertasi di IPB ), dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan coba, sebelum dengan sengaja Yayuk buat mengidap penyakit diabet, tikus-tikus tersebut telah ia beri ekstrak buncis. Ternyata setelah 30 menit, tekanan darah tikus-tikus percobaan kembali normal tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (dibawah kadar gula normal). Berdasarkan analisis Yayuk, di dalam buncis terdapat dua zat yang dinamakan "Bsitosterol dan stigmasterol". Kedua zat inilah yang dapat membuat buncis sakti dapat menurunkan kadar gula dalam darah hanya dalam waktu setengah jam.
Budaya kembali ke alam atau lebih dikenal dengan istilah “ Back to Nature “ saat ini tengah menjadi trend di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini terlihat sangat menonjol pada penggunaan bahan alam untuk tujuan membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Selain aman dalam penggunaanya, bahan obat dari alam dapat mudah kita temukan di lingkungan sekitar kita. Pada kesempatan ini akan diuraikan tanaman buncis yang dapat digunakan sebagai antidiabet yaitu untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

Buncis (Phaseolus vulgaris L) termasuk jenis polong-polongan dari famili Fabaceae. Konon asalnya dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sekitar tahun 1500-an tanaman ini mulai dikenal di Eropa. Dan sejak tahun 1700an ditanam di Afrika, India, dan Pilipina.
Tanaman musim panas ini memiliki akar tunjang dan tumbuh menjalar sehingga perlu tiang atau lanjaran untuk menopangnya. Tapi sepertinya ada juga tipe yang tumbuh tegak. Panjang batang tipe merambat dapat mencapai 3 m, dengan lebih dari 25 buku pembungaan. Daun buncis beranak daun-tiga dan menyirip. Bunga berukuran besar dan mudah terlihat, berwarna putih, merah jambu, atau ungu. Memiliki 10 benang sari, 9 di antaranya menyatu membentuk tabung yang melingkupi bakal buah panjang, dan satu benang sari teratas terpisah dari yang lain. Bunga menyerbuk sendiri dan umumnya jarang terjadi persilangan terbuka. Polongnya hampir selalu memanjang, bukan membesar; panjangnya berkisar dari 8 hingga 20 cm atau lebih, dengan lebar mulai kurang dari 1 cm hingga beberapa cm. Polongnya tidak berbulu; sedikit di antaranya yang berbulu halus. Polong tidak memiliki kelopak daun yang persisten. Berbiji tiga hingga lima; tipe buncis bijian atau buncis segar cenderung berbiji lebih banyak. Ukuran dan bobot biji matang sangat beragam, panjangnya berkisar dari 5 mm hingga 20 mm, dan bobot biji. Tanaman ini sangat cocok tumbuh pada suhu udara 20-25°C. Tanah yang agak asam paling disukai; pH optimum berkisar antara 6,0 dan 6,5. Perilaku yang menarik adalah sifat daun buncis yang menghadap dan mengikuti matahari, sifat yang meningkatkan efisiensi fotosintesis.

Kandungan gizi buncis
Dalam 100 gram buncis, terkandung antara lain:
Protein………………………………………….2.4g
Lemak…………………………………………. 0.2 g
Karbohidrat …………………………………….7.7 g
Kalsium………………………………………... 6.5 mg
Zat besi………………………………………… 1.1 mg
(http://www.geocities.com/andryan_pwt/foodsecret.html)

Buncis merupakan sejenis sayur kacang yang berbuah dan punya banyak khasiat yang tidak dimiliki pada tumbuhan sekeluarga dengannya.
Sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu menurunkan kolesterol, mencegah kanker, menstabilkan tekanan darah serta mengontrol insulin dan gula darah. Jadi yang punya penyakit diabetes dan darah tinggi silakan banyak-banyak mengkonsumsi buncis.
Bukan hanya itu, kandungan serat dan enzim yang terdapat pada buncis konon juga membantu mengatur fungsi pencernaan sehingga mencegah ambeien, dan menurunkan berat badan. Buat yang diet dan ingin menurunkan berat badan, jadikan saja buncis ini sebagai camilan di meja. Blansir saja sebentar, sehingga daripada iseng ngemil makanan lain, pilih buncis saja.

Kalau dulu anak-anak malas makan buncis karena teksturnya berserat, apalagi kalau panennya terlalu tua sedikit. Tapi sepertinya jenis yang sekarang banyak dibudidayakan adalah jenis buncis yang lebih renyah.
Walaupun tidak menghasilkan jumlah protein dan kalori setinggi biji buncis kering, buncis sebagai sayuran merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting. Selain dikonsumsi dalam bentuk polong yang dimasak, daunnya juga enak untuk lalapan dan dimasak sebagai sayur, tentu pilih yang muda ya, jadi ambil pucuk-pucuk daun mudanya itu.
Bagi dunia kesehatan khususnya farmasi, penemuan ini bisa digunakan referensi untuk membuat obat diabetes. Banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena untuk mengobati penyakit diabet tidak perlu mengeluarkan banyak uang karena buncis bisa didapat dengan harga murah dan mudah didapat. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Pembuatannya juga tidak sembarangan. Penderita diabet dapat lansung memakan buncis sebagai lalapan agar manfaatnya lebih terasa. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng, dengan tambahan daging, tentunya sama saja. Berbahagialah mereka yang sering makan lalapan buncis. Jadi selain rasanya manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit diabet. Apakah anda mau mencobanya?

Diabetes Mellitus


Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang dikarenakan kurang atau tidak adanya insulin di dalam tubuh. Insulin merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin berfungsi untuk meningkatkan penyimpanan karbohidrat, lemak, dan protein. Insulin mempunyai peran yang sangat penting dalam proses glikogenesis, yaitu perombakan glukosa menjadi glikogen dalam hati dan otot.Insulin juga bertanggung jawab dalam proses lipogenesis yang merupakan proses pembentukan trigliserida dan lemak.
Diabetes Mellitus biasanya merupakan penyakit seumur hidup. Tujuan pengobatan Diabetes Mellitus adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi , mengembalikan tingkat gula darah dalam keadaan normal, serta untuk mencegah terjadinya komplikasi. Diabetes yang dibiarkan tanpa pengobatan bisa menyebabkan komplikasi dan akan sangat berbahaya bagi
tubuh. Penderita Diabetes hendaknya mengurangi makanan yang digoreng, menghindari alcohol, dan makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, karena pemasukan kalori kedalam tubuh haruslah dijaga agar tubuh tetap bisa mengendalikan glukosa atau kadar gula dalam darah.

Gejala Diabetes Mellitus

Gejala yang paling sering ditemui pada penderita Diabetes Mellitus adalah :
1. Sering buang air kecil
2. Sering merasa haus
3. Selera makan meningkat
4. Cepat letih
5. Berat badan berkurang
6. Bila terluka sembuhnya lambat
7. Terkadang penglihatan menjadi kabur
Sebagian besar orang mempunyai lebih dari satu gejala yang tampak, tetapi ada pula yang gejalanya tidak tampak sama sekali.

Buncis Sebagai Obat Diabetes Mellitus

Selain enak dinikmati sebagai lalapan, buncis juga berkhasiat mencegah dan mengobati Diabetes Mellitus. Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang manfaat
buncis, tapi bagi mereka yang gemar memakan buncis, tanpa disadari sayuran berukuran mini ini dapat mencegah timbulnya Diabetes Mellitus.
Setiap 1 liter darah manusia sehat mengandung gula sekitar 800-1000 miligram. Hormon yang paling berperan dalam dalam mengatur kadar gula adalah hormone insulin.
Hormon ini dihasilkan secara alamiah oleh tubuh dari organ tubuh yang bernama pankreas. Pankreas terletak di dekat hati. Hormon insulin bertugas mengatur agar kadar gula dalam darah tetap seimbang ketika tubuh dalam keadaan tegang, lapar, ataupun kenyang. Cara kerja insulin adalah dengan mengubah gula ( glukosa ) yang berlebih dalam darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan didalam hati untuk digunakan sebagai persediaaan. Kadar gula akan naik jika gula yang berasal dari makanan atau miniman yang masuk ke dalam tubuh telah masuk melalui dinding usus. Saaat inilah pankreas akan membuat insulin. Seseorang akan
menderita Diabetes Mellitus apabila pankreasnya hanya dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang sedikit, atau mungkin pankreasnya tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali.
Zat dalam buncis yang sangat berperan dalam pencegahan dan pengobatan Diabetes Mellitus adalah B-Sitosterol dan Stigmasterol. Dengan bantuan kedua zat inilah pankreas dapat terangsang untuk memproduksi insulin. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa B-sitosterol dan Stigmasterol hanya berperan untuk merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin tanpa menyebabkan terjadinya Hipoglemik, yaitu suatu keadaan dimana tingkat gula dalam darah berada pada keadaan dibawah kadar normal. Dengan demikian, pemakaian buncis ini aman bagi tubuh.
Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya penderita diabetes mellitus mengkonsumsi buncis tiga kali sehari dengan takaran kurang lebih 250 gram tiap kali minum. Dan yang harus diperhatikan adalah pengkonsumsian buncis ini haruslah teratur, sehingga hasil yang dicapai tidak mengecewakan. Selain itu pola makan tetap harus dijaga agar khasiat buncis dapat benar – benar terasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar