BANYAK manfaat yang bisa diambil dari jeruk nipis. Salah satunya adalah membuat kulit menjadi putih dan halus. Manfaat ini tentu menjadi berita gembira bagi kaum hawa yang mendambakan kulit putih dan halus. Bagaimana memanfaatkannya, apa khasiat lain dari jeruk nipis?
Di antara 1300 jenis jeruk, jeruk nipis atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Citrus Aurantium, memiliki manfaat yang paling banyak. Jeruk nipis merupakan bahan dasar ramuan obat kecantikan tradisional di Indonesia. Hampir semuanya mencantumkan nama jeruk nipis sebagai bahan dasar, baik buah maupun daunnya.
Secara umum, buah jeruk kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam kandungan 100 g jeruk nipis, terdapat kalori 51 kal, protein 0,9 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 11,4 g, mineral 0,5 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0,4 mg dan asam askorbat 49 mg.
Selain memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, jeruk nipis juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C. Sedangkan daun, buah dan bunganya mengandung minyak terbang.
Rasa jeruk nipis yang masam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Di Indonesia jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
Jeruk nipis juga efektif mencegah timbulnya batu ginjal. Jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Kandungan sitrat jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle yang bulat) sepuluh kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok atau enam kali lipat dari jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogramnya.
Memutihkan Kulit
Menusia memiliki warna kulit yang tidak sama satu sama lain. Selain faktor genetik, ada juga beberapa faktor lain, seperti iklim dan cuaca. Kulit wajah adalah bagian yang paling penting, khususnya bagi kaum wanita. Karena itu, kaum wanita melakukan beberapa upaya untuk membuat kulit wajah menjadi putih bersih dan menarik.
Semula, baik kedokteran maupun di salon kecantikan, memutihkan kulit dilakukan dengan cara pengelupasan sel-sel mati oleh produk dengan bahan-bahan aktif. Menurut dr Irma Bernadette Simbolon MD, Kepala Divisi Dermatologie Kosmetik Cempaka Rumah Sakit Cipto Mengunkusumo, hanya dengan mengkonsumsi dan membalur tubuh (bagian-bagian tertentu pada tubuh) dengan jeruk nipis, kulit menjadi lebih putih.
"Selain kaya gizi, jeruk juga kaya akan zat kimia seperti bioflanid, minyak atsiri limonen, asam sitrat, linalin asetat, dan fellandren yang dapat menyembuhkan penyakit batuk, menurunkan demam, meningkatkan gairah seksual, dan membuat suara merdu. Salah satu manfaat jeruk nipis di bidang kecantikan adalah kandungan vitamin C yang dapat membuat kulit menjadi putih, halus, dan kencang," ungkapnya.
Buah ini memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan. Vitamin C yang memiliki ikatan L dalam setiap molekulnya, bagus untuk mencerahkan warna kulit. "Jeruk nipis juga memenuhi syarat sebagai buah untuk merawat dan menambah kecantikan," tambah wanita yang akrab disapa Irma ini.
Dilanjutkan dr Irma, untuk mendapatkan kulit wajah yang putih dan halus, ada dua cara yang dapat dilakukan. "Untuk memutihkan dan menghaluskan kulit serta memperkecil pori-pori, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan cara mengkonsumsinya. Karena dengan mengkonsumsi jeruk, kandungan vitamin C yang diserap oleh tubuh akan lebih maksimal. Kedua, menggunakan jeruk nipis dari luar dengan mengusapkan potongan jeruk nipis pada wajah dan kulit bagian tubuh yang dinginkan secara rutin setiap hari," jelasnya.
Bagi Anda yang ingin terlihat ramping, khasiat jeruk nipis juga dapat dicoba. Setiap pagi, siang dan malam, cobalah minum perasan air jeruk nipis dengan campuran air dan sedikit gula. Dengan cara ini, kerampingan Anda akan terjaga. Selain itu, jeruk nipis dapat mencegah Anda dari berbagai macam penyakit seperti yang diuraikan di atas. Sementara untuk rambut, jeruk nipis juga dapat menghilangkan ketombe.
Jumat, 19 Februari 2010
manfaa buncis untuk penderita daiabetes millitus
Siapa yang tak tahu sayur buncis? Sayur yang mirip dengan kacang panjang namun lebih pendek dan gemuk ini sudah bukan merupakan tanaman yang asing bagi kita. Buncis dapat dibudidayakn dengan mudah, bahkan kitapun dapat menanamnya dihalaman rumah untuk digunakan sebagai persediaan. Sehingga kita dapat memanfaatkannya sewaktu-waktu. Buncis ditanam di awal musim hujan . Cara tanam dan perawatannya tak jauh beda dengan kacang panjang. Buncis dimanfaatkan buahnya sebagai sayuran segar.
Penyakit diabet bisa disebabkan riwayat keturunan maupun gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena diabet baik tua maupun muda.
Jadi, bagi yang masih muda, perlu dijaga pola makannya. Waspada juga bagi yang memiliki orang tua pengidap diabet, karena bisa juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.
Tapi, resiko terkena terkena kencing manis dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok,miras dan lain sebagainya. Bagi kalian atau orang-orang terdekat kalian yang sudah terkena penyakit ini, sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Bagi penderita yang sudah parah, rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur.
Banyak obat-obat diabet yang beredar di masyarakat, namun harganya sangat mahal. Karena bahan-bahannya banyak yang diimpor. Bagaimana dapat mengobati diabet khususnya bagi ekonomi menengah ke bawah jika harga obatnya selangit?
Jangan khawatir, kini telah ditemukan obat manjur, murah meriah dan mudah didapat sebagai alternatif penyembuhan diabet tanpa harus mengeluarkan banyak uang. “Obat” ini mudah kita dapatkan di pasar-pasar tradisional, supermarket, dan pedagang sayuran keliling.
Hmm… Obat apa yang murah meriah dan manjur itu ? BUNCIS. Ya, tepat sekali. Buncis ini sering dibuat isi campuran dalam sup, ditumis, maupun sebagai lalapan. Tentu anda tidak asing lagi dengan buncis. Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu obati diabet. Hal ini terbukti dari penelitian Yayuk Andayani (disertasi di IPB ), dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan coba, sebelum dengan sengaja Yayuk buat mengidap penyakit diabet, tikus-tikus tersebut telah ia beri ekstrak buncis. Ternyata setelah 30 menit, tekanan darah tikus-tikus percobaan kembali normal tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (dibawah kadar gula normal). Berdasarkan analisis Yayuk, di dalam buncis terdapat dua zat yang dinamakan "Bsitosterol dan stigmasterol". Kedua zat inilah yang dapat membuat buncis sakti dapat menurunkan kadar gula dalam darah hanya dalam waktu setengah jam.
Budaya kembali ke alam atau lebih dikenal dengan istilah “ Back to Nature “ saat ini tengah menjadi trend di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini terlihat sangat menonjol pada penggunaan bahan alam untuk tujuan membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Selain aman dalam penggunaanya, bahan obat dari alam dapat mudah kita temukan di lingkungan sekitar kita. Pada kesempatan ini akan diuraikan tanaman buncis yang dapat digunakan sebagai antidiabet yaitu untuk membantu menurunkan kadar gula darah.
Buncis (Phaseolus vulgaris L) termasuk jenis polong-polongan dari famili Fabaceae. Konon asalnya dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sekitar tahun 1500-an tanaman ini mulai dikenal di Eropa. Dan sejak tahun 1700an ditanam di Afrika, India, dan Pilipina.
Tanaman musim panas ini memiliki akar tunjang dan tumbuh menjalar sehingga perlu tiang atau lanjaran untuk menopangnya. Tapi sepertinya ada juga tipe yang tumbuh tegak. Panjang batang tipe merambat dapat mencapai 3 m, dengan lebih dari 25 buku pembungaan. Daun buncis beranak daun-tiga dan menyirip. Bunga berukuran besar dan mudah terlihat, berwarna putih, merah jambu, atau ungu. Memiliki 10 benang sari, 9 di antaranya menyatu membentuk tabung yang melingkupi bakal buah panjang, dan satu benang sari teratas terpisah dari yang lain. Bunga menyerbuk sendiri dan umumnya jarang terjadi persilangan terbuka. Polongnya hampir selalu memanjang, bukan membesar; panjangnya berkisar dari 8 hingga 20 cm atau lebih, dengan lebar mulai kurang dari 1 cm hingga beberapa cm. Polongnya tidak berbulu; sedikit di antaranya yang berbulu halus. Polong tidak memiliki kelopak daun yang persisten. Berbiji tiga hingga lima; tipe buncis bijian atau buncis segar cenderung berbiji lebih banyak. Ukuran dan bobot biji matang sangat beragam, panjangnya berkisar dari 5 mm hingga 20 mm, dan bobot biji. Tanaman ini sangat cocok tumbuh pada suhu udara 20-25°C. Tanah yang agak asam paling disukai; pH optimum berkisar antara 6,0 dan 6,5. Perilaku yang menarik adalah sifat daun buncis yang menghadap dan mengikuti matahari, sifat yang meningkatkan efisiensi fotosintesis.
Kandungan gizi buncis
Dalam 100 gram buncis, terkandung antara lain:
Protein………………………………………….2.4g
Lemak…………………………………………. 0.2 g
Karbohidrat …………………………………….7.7 g
Kalsium………………………………………... 6.5 mg
Zat besi………………………………………… 1.1 mg
(http://www.geocities.com/andryan_pwt/foodsecret.html)
Buncis merupakan sejenis sayur kacang yang berbuah dan punya banyak khasiat yang tidak dimiliki pada tumbuhan sekeluarga dengannya.
Sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu menurunkan kolesterol, mencegah kanker, menstabilkan tekanan darah serta mengontrol insulin dan gula darah. Jadi yang punya penyakit diabetes dan darah tinggi silakan banyak-banyak mengkonsumsi buncis.
Bukan hanya itu, kandungan serat dan enzim yang terdapat pada buncis konon juga membantu mengatur fungsi pencernaan sehingga mencegah ambeien, dan menurunkan berat badan. Buat yang diet dan ingin menurunkan berat badan, jadikan saja buncis ini sebagai camilan di meja. Blansir saja sebentar, sehingga daripada iseng ngemil makanan lain, pilih buncis saja.
Kalau dulu anak-anak malas makan buncis karena teksturnya berserat, apalagi kalau panennya terlalu tua sedikit. Tapi sepertinya jenis yang sekarang banyak dibudidayakan adalah jenis buncis yang lebih renyah.
Walaupun tidak menghasilkan jumlah protein dan kalori setinggi biji buncis kering, buncis sebagai sayuran merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting. Selain dikonsumsi dalam bentuk polong yang dimasak, daunnya juga enak untuk lalapan dan dimasak sebagai sayur, tentu pilih yang muda ya, jadi ambil pucuk-pucuk daun mudanya itu.
Bagi dunia kesehatan khususnya farmasi, penemuan ini bisa digunakan referensi untuk membuat obat diabetes. Banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena untuk mengobati penyakit diabet tidak perlu mengeluarkan banyak uang karena buncis bisa didapat dengan harga murah dan mudah didapat. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Pembuatannya juga tidak sembarangan. Penderita diabet dapat lansung memakan buncis sebagai lalapan agar manfaatnya lebih terasa. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng, dengan tambahan daging, tentunya sama saja. Berbahagialah mereka yang sering makan lalapan buncis. Jadi selain rasanya manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit diabet. Apakah anda mau mencobanya?
Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang dikarenakan kurang atau tidak adanya insulin di dalam tubuh. Insulin merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin berfungsi untuk meningkatkan penyimpanan karbohidrat, lemak, dan protein. Insulin mempunyai peran yang sangat penting dalam proses glikogenesis, yaitu perombakan glukosa menjadi glikogen dalam hati dan otot.Insulin juga bertanggung jawab dalam proses lipogenesis yang merupakan proses pembentukan trigliserida dan lemak.
Diabetes Mellitus biasanya merupakan penyakit seumur hidup. Tujuan pengobatan Diabetes Mellitus adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi , mengembalikan tingkat gula darah dalam keadaan normal, serta untuk mencegah terjadinya komplikasi. Diabetes yang dibiarkan tanpa pengobatan bisa menyebabkan komplikasi dan akan sangat berbahaya bagi
tubuh. Penderita Diabetes hendaknya mengurangi makanan yang digoreng, menghindari alcohol, dan makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, karena pemasukan kalori kedalam tubuh haruslah dijaga agar tubuh tetap bisa mengendalikan glukosa atau kadar gula dalam darah.
Gejala Diabetes Mellitus
Gejala yang paling sering ditemui pada penderita Diabetes Mellitus adalah :
1. Sering buang air kecil
2. Sering merasa haus
3. Selera makan meningkat
4. Cepat letih
5. Berat badan berkurang
6. Bila terluka sembuhnya lambat
7. Terkadang penglihatan menjadi kabur
Sebagian besar orang mempunyai lebih dari satu gejala yang tampak, tetapi ada pula yang gejalanya tidak tampak sama sekali.
Buncis Sebagai Obat Diabetes Mellitus
Selain enak dinikmati sebagai lalapan, buncis juga berkhasiat mencegah dan mengobati Diabetes Mellitus. Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang manfaat
buncis, tapi bagi mereka yang gemar memakan buncis, tanpa disadari sayuran berukuran mini ini dapat mencegah timbulnya Diabetes Mellitus.
Setiap 1 liter darah manusia sehat mengandung gula sekitar 800-1000 miligram. Hormon yang paling berperan dalam dalam mengatur kadar gula adalah hormone insulin.
Hormon ini dihasilkan secara alamiah oleh tubuh dari organ tubuh yang bernama pankreas. Pankreas terletak di dekat hati. Hormon insulin bertugas mengatur agar kadar gula dalam darah tetap seimbang ketika tubuh dalam keadaan tegang, lapar, ataupun kenyang. Cara kerja insulin adalah dengan mengubah gula ( glukosa ) yang berlebih dalam darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan didalam hati untuk digunakan sebagai persediaaan. Kadar gula akan naik jika gula yang berasal dari makanan atau miniman yang masuk ke dalam tubuh telah masuk melalui dinding usus. Saaat inilah pankreas akan membuat insulin. Seseorang akan
menderita Diabetes Mellitus apabila pankreasnya hanya dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang sedikit, atau mungkin pankreasnya tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali.
Zat dalam buncis yang sangat berperan dalam pencegahan dan pengobatan Diabetes Mellitus adalah B-Sitosterol dan Stigmasterol. Dengan bantuan kedua zat inilah pankreas dapat terangsang untuk memproduksi insulin. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa B-sitosterol dan Stigmasterol hanya berperan untuk merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin tanpa menyebabkan terjadinya Hipoglemik, yaitu suatu keadaan dimana tingkat gula dalam darah berada pada keadaan dibawah kadar normal. Dengan demikian, pemakaian buncis ini aman bagi tubuh.
Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya penderita diabetes mellitus mengkonsumsi buncis tiga kali sehari dengan takaran kurang lebih 250 gram tiap kali minum. Dan yang harus diperhatikan adalah pengkonsumsian buncis ini haruslah teratur, sehingga hasil yang dicapai tidak mengecewakan. Selain itu pola makan tetap harus dijaga agar khasiat buncis dapat benar – benar terasa.
Penyakit diabet bisa disebabkan riwayat keturunan maupun gaya hidup yang buruk. Setiap orang bisa terkena diabet baik tua maupun muda.
Jadi, bagi yang masih muda, perlu dijaga pola makannya. Waspada juga bagi yang memiliki orang tua pengidap diabet, karena bisa juga memiliki bakat gula darah jika tidak menjalankan gaya hidup yang baik.
Tapi, resiko terkena terkena kencing manis dapat dikurangi dengan mengatur pola makan yang sehat, rajin olahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok,miras dan lain sebagainya. Bagi kalian atau orang-orang terdekat kalian yang sudah terkena penyakit ini, sebaiknya berolahraga setiap pagi, makan makanan yang bergizi rendah karbohidrat dan lemak namun tinggi protein, vitamin dan mineral. Perbanyak makan sayuran dan makanan berserat tinggi lainnya. Bagi penderita yang sudah parah, rajin-rajin memeriksakan kandungan gula darah dan menginjeksi insulin ke dalam tubuh dan minum obat jika diperlukan sesuai petunjuk dokter secara teratur.
Banyak obat-obat diabet yang beredar di masyarakat, namun harganya sangat mahal. Karena bahan-bahannya banyak yang diimpor. Bagaimana dapat mengobati diabet khususnya bagi ekonomi menengah ke bawah jika harga obatnya selangit?
Jangan khawatir, kini telah ditemukan obat manjur, murah meriah dan mudah didapat sebagai alternatif penyembuhan diabet tanpa harus mengeluarkan banyak uang. “Obat” ini mudah kita dapatkan di pasar-pasar tradisional, supermarket, dan pedagang sayuran keliling.
Hmm… Obat apa yang murah meriah dan manjur itu ? BUNCIS. Ya, tepat sekali. Buncis ini sering dibuat isi campuran dalam sup, ditumis, maupun sebagai lalapan. Tentu anda tidak asing lagi dengan buncis. Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu obati diabet. Hal ini terbukti dari penelitian Yayuk Andayani (disertasi di IPB ), dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan coba, sebelum dengan sengaja Yayuk buat mengidap penyakit diabet, tikus-tikus tersebut telah ia beri ekstrak buncis. Ternyata setelah 30 menit, tekanan darah tikus-tikus percobaan kembali normal tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (dibawah kadar gula normal). Berdasarkan analisis Yayuk, di dalam buncis terdapat dua zat yang dinamakan "Bsitosterol dan stigmasterol". Kedua zat inilah yang dapat membuat buncis sakti dapat menurunkan kadar gula dalam darah hanya dalam waktu setengah jam.
Budaya kembali ke alam atau lebih dikenal dengan istilah “ Back to Nature “ saat ini tengah menjadi trend di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini terlihat sangat menonjol pada penggunaan bahan alam untuk tujuan membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Selain aman dalam penggunaanya, bahan obat dari alam dapat mudah kita temukan di lingkungan sekitar kita. Pada kesempatan ini akan diuraikan tanaman buncis yang dapat digunakan sebagai antidiabet yaitu untuk membantu menurunkan kadar gula darah.
Buncis (Phaseolus vulgaris L) termasuk jenis polong-polongan dari famili Fabaceae. Konon asalnya dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sekitar tahun 1500-an tanaman ini mulai dikenal di Eropa. Dan sejak tahun 1700an ditanam di Afrika, India, dan Pilipina.
Tanaman musim panas ini memiliki akar tunjang dan tumbuh menjalar sehingga perlu tiang atau lanjaran untuk menopangnya. Tapi sepertinya ada juga tipe yang tumbuh tegak. Panjang batang tipe merambat dapat mencapai 3 m, dengan lebih dari 25 buku pembungaan. Daun buncis beranak daun-tiga dan menyirip. Bunga berukuran besar dan mudah terlihat, berwarna putih, merah jambu, atau ungu. Memiliki 10 benang sari, 9 di antaranya menyatu membentuk tabung yang melingkupi bakal buah panjang, dan satu benang sari teratas terpisah dari yang lain. Bunga menyerbuk sendiri dan umumnya jarang terjadi persilangan terbuka. Polongnya hampir selalu memanjang, bukan membesar; panjangnya berkisar dari 8 hingga 20 cm atau lebih, dengan lebar mulai kurang dari 1 cm hingga beberapa cm. Polongnya tidak berbulu; sedikit di antaranya yang berbulu halus. Polong tidak memiliki kelopak daun yang persisten. Berbiji tiga hingga lima; tipe buncis bijian atau buncis segar cenderung berbiji lebih banyak. Ukuran dan bobot biji matang sangat beragam, panjangnya berkisar dari 5 mm hingga 20 mm, dan bobot biji. Tanaman ini sangat cocok tumbuh pada suhu udara 20-25°C. Tanah yang agak asam paling disukai; pH optimum berkisar antara 6,0 dan 6,5. Perilaku yang menarik adalah sifat daun buncis yang menghadap dan mengikuti matahari, sifat yang meningkatkan efisiensi fotosintesis.
Kandungan gizi buncis
Dalam 100 gram buncis, terkandung antara lain:
Protein………………………………………….2.4g
Lemak…………………………………………. 0.2 g
Karbohidrat …………………………………….7.7 g
Kalsium………………………………………... 6.5 mg
Zat besi………………………………………… 1.1 mg
(http://www.geocities.com/andryan_pwt/foodsecret.html)
Buncis merupakan sejenis sayur kacang yang berbuah dan punya banyak khasiat yang tidak dimiliki pada tumbuhan sekeluarga dengannya.
Sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu menurunkan kolesterol, mencegah kanker, menstabilkan tekanan darah serta mengontrol insulin dan gula darah. Jadi yang punya penyakit diabetes dan darah tinggi silakan banyak-banyak mengkonsumsi buncis.
Bukan hanya itu, kandungan serat dan enzim yang terdapat pada buncis konon juga membantu mengatur fungsi pencernaan sehingga mencegah ambeien, dan menurunkan berat badan. Buat yang diet dan ingin menurunkan berat badan, jadikan saja buncis ini sebagai camilan di meja. Blansir saja sebentar, sehingga daripada iseng ngemil makanan lain, pilih buncis saja.
Kalau dulu anak-anak malas makan buncis karena teksturnya berserat, apalagi kalau panennya terlalu tua sedikit. Tapi sepertinya jenis yang sekarang banyak dibudidayakan adalah jenis buncis yang lebih renyah.
Walaupun tidak menghasilkan jumlah protein dan kalori setinggi biji buncis kering, buncis sebagai sayuran merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting. Selain dikonsumsi dalam bentuk polong yang dimasak, daunnya juga enak untuk lalapan dan dimasak sebagai sayur, tentu pilih yang muda ya, jadi ambil pucuk-pucuk daun mudanya itu.
Bagi dunia kesehatan khususnya farmasi, penemuan ini bisa digunakan referensi untuk membuat obat diabetes. Banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena untuk mengobati penyakit diabet tidak perlu mengeluarkan banyak uang karena buncis bisa didapat dengan harga murah dan mudah didapat. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Pembuatannya juga tidak sembarangan. Penderita diabet dapat lansung memakan buncis sebagai lalapan agar manfaatnya lebih terasa. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng, dengan tambahan daging, tentunya sama saja. Berbahagialah mereka yang sering makan lalapan buncis. Jadi selain rasanya manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit diabet. Apakah anda mau mencobanya?
Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang dikarenakan kurang atau tidak adanya insulin di dalam tubuh. Insulin merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin berfungsi untuk meningkatkan penyimpanan karbohidrat, lemak, dan protein. Insulin mempunyai peran yang sangat penting dalam proses glikogenesis, yaitu perombakan glukosa menjadi glikogen dalam hati dan otot.Insulin juga bertanggung jawab dalam proses lipogenesis yang merupakan proses pembentukan trigliserida dan lemak.
Diabetes Mellitus biasanya merupakan penyakit seumur hidup. Tujuan pengobatan Diabetes Mellitus adalah untuk mengurangi gejala yang terjadi , mengembalikan tingkat gula darah dalam keadaan normal, serta untuk mencegah terjadinya komplikasi. Diabetes yang dibiarkan tanpa pengobatan bisa menyebabkan komplikasi dan akan sangat berbahaya bagi
tubuh. Penderita Diabetes hendaknya mengurangi makanan yang digoreng, menghindari alcohol, dan makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, karena pemasukan kalori kedalam tubuh haruslah dijaga agar tubuh tetap bisa mengendalikan glukosa atau kadar gula dalam darah.
Gejala Diabetes Mellitus
Gejala yang paling sering ditemui pada penderita Diabetes Mellitus adalah :
1. Sering buang air kecil
2. Sering merasa haus
3. Selera makan meningkat
4. Cepat letih
5. Berat badan berkurang
6. Bila terluka sembuhnya lambat
7. Terkadang penglihatan menjadi kabur
Sebagian besar orang mempunyai lebih dari satu gejala yang tampak, tetapi ada pula yang gejalanya tidak tampak sama sekali.
Buncis Sebagai Obat Diabetes Mellitus
Selain enak dinikmati sebagai lalapan, buncis juga berkhasiat mencegah dan mengobati Diabetes Mellitus. Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang manfaat
buncis, tapi bagi mereka yang gemar memakan buncis, tanpa disadari sayuran berukuran mini ini dapat mencegah timbulnya Diabetes Mellitus.
Setiap 1 liter darah manusia sehat mengandung gula sekitar 800-1000 miligram. Hormon yang paling berperan dalam dalam mengatur kadar gula adalah hormone insulin.
Hormon ini dihasilkan secara alamiah oleh tubuh dari organ tubuh yang bernama pankreas. Pankreas terletak di dekat hati. Hormon insulin bertugas mengatur agar kadar gula dalam darah tetap seimbang ketika tubuh dalam keadaan tegang, lapar, ataupun kenyang. Cara kerja insulin adalah dengan mengubah gula ( glukosa ) yang berlebih dalam darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan didalam hati untuk digunakan sebagai persediaaan. Kadar gula akan naik jika gula yang berasal dari makanan atau miniman yang masuk ke dalam tubuh telah masuk melalui dinding usus. Saaat inilah pankreas akan membuat insulin. Seseorang akan
menderita Diabetes Mellitus apabila pankreasnya hanya dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang sedikit, atau mungkin pankreasnya tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali.
Zat dalam buncis yang sangat berperan dalam pencegahan dan pengobatan Diabetes Mellitus adalah B-Sitosterol dan Stigmasterol. Dengan bantuan kedua zat inilah pankreas dapat terangsang untuk memproduksi insulin. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa B-sitosterol dan Stigmasterol hanya berperan untuk merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin tanpa menyebabkan terjadinya Hipoglemik, yaitu suatu keadaan dimana tingkat gula dalam darah berada pada keadaan dibawah kadar normal. Dengan demikian, pemakaian buncis ini aman bagi tubuh.
Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya penderita diabetes mellitus mengkonsumsi buncis tiga kali sehari dengan takaran kurang lebih 250 gram tiap kali minum. Dan yang harus diperhatikan adalah pengkonsumsian buncis ini haruslah teratur, sehingga hasil yang dicapai tidak mengecewakan. Selain itu pola makan tetap harus dijaga agar khasiat buncis dapat benar – benar terasa.
Selasa, 16 Februari 2010
asuhan keperawatan fraktur
BAB I
LAPORAN PENDAHULUAN
1. KONSEP DASAR
A. DEFINISI PENYAKIT
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh ruda paksa. Fraktur dapat dibagi menjadi :
1. Fraktur tertutup (closed), bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar
2. Fraktur terbuka (open/compound), bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan.
Berdasarkan garis fraktur dibedakan menjadi :
1. Fraktur komplit,bila garis patah melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang
2. Fraktur inkomplit, bila garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang
Berdasarkan jumlah garis fraktur, dibedakan menjadi :
1. Simple fraktur, bila hanya ada satu garis patah
2. Communitive fraktur, bila garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan atau bertemu
3. Segmental fraktur, bila fraktur lebih dari satu dan tidak saling berhubungan, misalnya frkatur 1/3 distal dan 1/3 proksimal
B. ETIOLOGI
Fraktur dapat disebabkan oleh trauma, antara lain :
1. Trauma langsung
Bila fraktur terjadi di tempat dimana bagian tersebut mendapat rudapaksa. Misalnya : benturan atau pukulan pada tulang yang mengakibatkan fraktur.
2. Trauma langsung
Misalnya pasien jatuh dengan lengan dalam keadaan ekstensi, dapat terjadi fraktur pada pergelangan tangan, suprakondiskuler, klavikula
3. Trauma ringan
Dapat menyebabkan fraktur bila tulang itu sendiri sudah rapuh
Selain itu, fraktur juga dapat disebabkan karena metastase dari tumor, infeksi, osteoporosis atau karena tarikan spontan otot yang kuat
C. TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala dari fraktur antara lain nyeri, hilangnya fungsi, deformitas, pemendekan ekstremitas, krepitasi, pembengkakan local dan perubahan warna
1. Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi. Spasme tulang yang menyertai fraktur untuk meminimalkan gerakan antara fragmen tulang
2. Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tidak dapat digunakan dan cenderung bergerak secara alamiah (gerakan luar biasa), bukannya tetap rigid seperti normalnya. Pergeseran fragmen pada fraktur lengan atau tungkai menyebabkan deformitas (terlihat maupun teraba). Ekstremitas yang bisa diketahui dengan membandingkan dengan ekstremitas normal. Ekstremitas tidak dapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot bergantung pada integritas tulang tempat melengketnya otot.
3. Pada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang melekat diatas dan dibawah tempat fraktur. Fragmen sering saling melengkapi satu sama lain sampai 2,5 – 5 cm (1-2 inci)
4. Saat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derki tulang yang dinamakan krepitasi/krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya.
5. Pembengkakan dan perubahan warna local pada kulit terjadi akibat trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Tanda ini bias baru terjadi setelah beberapa jam atau hari setelah cedera.
Tidak semua tanda dan gejala tersebut terdapat pada setiap fraktur. Kebanyakan justru tidak ada pada fraktur linier atau fraktur impaksi (permukaan patahan saling terdesak satu sama lain).
D. PATOFISIOLOGI
Jenis fraktur menurut hubungan antara ujung tulang dengan tulang yang mengalami fraktur dengan jaringan sekitarnya antara lain :
1. Fraktur tertutup, fraktur dimana kulit tidak tembus oleh fragmen tulang
2. Fraktur terbuka, fraktur dimana kulit dari eksremitas yang terlihat telah tembus.
Jika tulang telah patah, maka jaringan lunak sekitarnya juga rusak. Periosteum terpisah dari tulang dan terjadi perdarahan yang cukup berat. Bekuan darah terbentuk pada daerah tersebut. Bekuan darah akan membentuk jaringan granulasi dimana sel-sel pembentuk tulang primitive (osteogenik) berdiferen menjadi tendroblast. Tendroblast akan mensekresi posphat yang merangsang deposisi kalsium, kemudian terbentuk lapisan tebal (kalkus) di sekitar lokasi fraktur. Lapisan ini terus menebal dan meluas bertemu dengan lapisan kalkus dari fragmen (penyembuhan fraktur) terus berlanjut dengan terbentuknya trabekula oleh osteoblast yang melekat pada tulang dan meluas menyeberangi lokasi fraktur. Persatuan (union) tuilang akan menjalani transformasi metaplastik untuk menjadi lebih kuat dan terorganisasi. Kalkus tulang akan mengalami remodeling dimana obsteoblast akan menyingkirkan bagian yang rusak sehingga akan terbentuk tulang yang menyerupai keadaan tulang aslinya.
E. PENATALAKSANAAN
Fraktur biasanya menyertai trauma. Untuk itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap jalan nafas (air way), proses pernafasan (breathing), dan sirkulasi (circulation), apakah terjadi syok atau tidak. Bila sudah dinyatakan tidak ada masalah lagti, baru dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara terperinci. Waktu terjadinya kecelakaan penting ditanyakan untuk mengetahui berapa lama sampai di rumah sakit, mengingat golden period 1-6 jam. Bila lebih dari 6 jam, komplikasi infeksi semakin besar. Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara tepat singkat dan lengkap. Kemudian lakukan foto radiologist. Pemasangan bidai dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada jaringan lunak selain memudahkan proses pembuatan foto.
Pengobatan pada fraktur tertutup bias konservatif atau operatif. Tindakan pada fraktur terbuka harus dilakukan secepat mungkin. Penundaan waktu dapat mengakibatkan komplikasi infeksi. Waktu yang optimal untuk bertindak sebelum 6-7 jam (golden period). Berikan toksoid, anti tetanus serum (ATS), atau tetanus human globulin. Berikan antibiotic untuk kuman gram positif dan negative dengan dosis tinggi. Lakukan pemeriksaan kultur dan resistensi kuman dari dasar luka fraktur terbuka.
BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
A. Biodata
a) Identitas pasien
Nama : –
Umur : -
Jenis Kelamin : -
Alamat : -
Agama : -
Suku : -
b) Identitas Penanggung Jawab
Nama : –
Umur : -
Jenis Kelamin : -
Alamat : -
Agama : -
Suku : -
B. Riwayat Kesehatan
a) Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri pada pergelangan tangan kiri
b) Riwayat kesehatan sekarang
Kira-kira 2 jam yang lalu pasien jatuh dari atas setinggi kurang lebih 3 meter. Pasien mengeluh nyeri pergelangan tangan kiri. Hasil observasi ditemukan terdapat luka sepanjang kurang lebih 1 cm pada tangan kiri.
c) Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien tidak pernah mengalami penyakit yang serius dan belum pernah dirawat di rumah sakit. Pasien tidak mempunyai riwayat alergi
d) Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit tertentu/menular
e) Genogram
Keterangan :
: Perempuan
: Laki-laki
: Pasien
: Tinggal Serumah
C. Pola Fungsi Kesehatan
Ø Persepsi terhadap kesehatan
Apabila pasien sakit/mengalami masalah kesehatan biasanya pasien memeriksakan diri ke dokter atau meminta pertolongan pada dokter. Pasien mempunyai kebiasaan merokok satu bungkus perhari.
Ø Pola Aktivitas Latihan
Pasien melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Setiap hari pasien bekerja sebagai seorang wiraswasta.
Ø Pola Istirahat Tidur
Pasien tidur kurang lebih 8 jam perhari dengan kualitas nyenyak
Ø Pola Nutrisi Metabolik
Pasien makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi, sayur dan lauk, porsi banyak. Minum kurang lebih 8 gelas perhari, kadang air putih, kadang teh atau kopi.
Ø Pola Eliminasi
Pasien biasanya BAB 1 kali perhari, BAK kurang lebih 7 kali perhari
Ø Pola Kognitif Perseptual
Pasien sadar, bicara normal, pendengaran normal, penglihatan normal.
Ø Pola Konsep Diri
Pasien tidak mengalami gangguan dalam harga diri, ideal diri, identitas diri, gambaran diri dan peran dirinya.
Ø Pola Seksual Reproduksi
Pasien tidak mempunyai gangguan dalam pola seksual reproduksinya
Ø Pola Peran Berhubungan
Pasien sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Pasien bekerja sebagai seorang wiraswasta. Hubungan pasien dengan keluarga, tetangga maupun teman kerja baik
Ø Pola Nilai dan kepercayaan
Pasien beragama Kristen protestan, pasien rajin ke gereja bersama istri dan anaknya.
D. Pemeriksaan Fisik
a) Tanda-tanda vital
· Suhu : 370C
· Nadi : 84x/menit
· Tekanan darah : 120/80 mmHg
· Pernafasan : 24x/menit
· Skala nyeri : 7
b) Kulit, rambut dan kuku
Warna kulit sawo matang (normal), warna rambut hitam, warna kuku normal/tidak pucat
c) Kepala
Bentuk muka simetris, bentuk tengkorak normal, rambut bersih, kulit kepala bersih, tidak ada deformitas
d) Mata
Bentuk bola mata bulat, kelopak mata tidak ada benjolan, tidak oedema, konjungtiva tidak anemis
e) Telinga
Daun telinga dan liang telinga bersih, pasien tidak mengalami gangguan pendengaran, tidak ada nyeri tekan
f) Hidung
Bersih, tidak ada penyumbatan, tidak ada pendarahan, tidak ada secret, tidak ada krepitasi
g) Mulut
Bibir tampak agak kering, gigi bersih, gusi bersih, lidah bersih
h) Leher
Bentuk leher normal, tidak ada pembengkakan tiroid, gerakan normal
i) Dada dan paru-paru
Bentuk dada normal, tidak tampak benjolan/massa, tidak ada nyeri tekan, tidak ada krepitasi, pengembangan dada normal
j) Jantung
Tidak terlihat adanya pembengkakan, tidak teraba enjolan, frekuensi dan irama jantung normal
k) Abdomen
Bentuk normal, simetris, kontur permukaan rata, tidak ada penonjolan, tidak ada nyeri tekan
l) Anus dan rectum
Normal tidak ada hemoroid.
m) Alat kelamin
Normal, tidak ada kelainan
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Analisa Data
SYMPTOM
PROBLEM
ETIOLOGI
DS :
Pasien mengatakan nyeri pada pergelangan tangan krinya
DO :
· Pasien tampak menahan nyeri
· Skala nyeri 7
· Bengkak pada pergelangan tangan kiri
· Tangan kiri difiksasi dengan scab
Nyeri akut
Terputusnya kontinuitas jaringan tulang
DS :
Pasien mengatakan sulit tidur, tidur sering terbangun
DO :
· Mata Pasien tampak sayu
· Pasien tampak sering menguap
· Jumlah jam tidur berkurang dari 8 jam/hari menjadi 5 jam perhari
Gangguan pola tidur
Hospitalisasi
DS :
Pasien mengatakan cemas menjelang operasi
DO :
· Pasien tampak cemas dan tegang
· Pasien sering bertanya tentang prosedur operasi
Cemas dengan rencana tindakan operasi
Kurang pengetahuan
Diagnosa keperawatan dan prioritas masalah :
1. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya jaringan tulang
2. pola tidur berhubungan dengan hospitalisasi
3. Cemas dengan rencana tindakan operasi berhubungan dengan kurang pengetahuan
3. PERENCANAAN
WAKTU
NO DX
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONAL
Tgl
Jam
18/7/07
13.00
1
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×24 jam diharapkan nyeri berkurang dengan kriteria:
· Pasien mengatakan nyeri berkurang
· Skala nyeri berkurang dari 7-2
· Monitor KU, TTV dan skala nyeri
· Pertahankan imonilisasi daerah fraktur
· Ajarkan teknik distraksi sampai relaksasi
· Kolaborasi dengan dokter dalam pemberi analgetik
Mengetahui perkembangan pasien untuk perencanaan lanjut
Mencegah kerusakan lebih lanjut
Membuat pasien lebih tenang
Mengurangi rasa nyeri.
19/7/07
08.00
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24 jam diharapkan gangguan pada pola tidur dapat teratasi dengan kriteria hasil :
Pasien mengatakan dapat istirahat/tidur dengan nyenyak
· Kaji pola dan kebutuhan tidur pasien serta gangguan tidur pasien
· Batasi pengunjung
· Ciptakan suasana dan lingkungan yang nyaman
· Anjurkan posisi yang nyaman untuk tidur
· Mengetahui gangguan dan pola tidur pasien
· Memberi kenyamanan pada pasien untuk istirahat
· Memberi kenyamanan pada pasien untuk istirahat
· Memberi kenyamanan pada pasien untuk tidur
19/7/07
13.00
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2×24 jam, diharapkan rasa cemas pasien berkurang dengan kriteria hasil :
· Pasien tidak bertanya-tanya lagi mengenai prosedur operasi. wajah pasien tampak tenang
· Kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada tingkat kecemasan
· Jelaskan prosedur tindakan operasi yang akan dilakukan pada pasien
· Tenangkan pasien
· Beri dukungan pada pasien
· Libatkan keluarga dalam pemberian dukungan dan motivasi.
· Mengetahui sejauh mana rasa cemas yang dialami pasien
· Memberi informasi pada pasien
· Menciptakan perasaan tenanag pada pasien
· Menciptakan perasaan tenanag
· Meningkatkan perasaan berbagi pada pasien
DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Suddarth, 2001, Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah, Jakarta, EGC
Budi Santoso, Diagnosa Keperawatan Nanda, 2005-2006, prima medik
Doengos Marilynn dkk, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 2, Jakarta. EG
Heffina, 2002, Pedoman Praktek Keperawatan Dasar, Jakarta. EGC
Mansjoer Arief dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran Jilid II. Jakarta. Fakultas Kedokteran UI
LAPORAN PENDAHULUAN
1. KONSEP DASAR
A. DEFINISI PENYAKIT
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh ruda paksa. Fraktur dapat dibagi menjadi :
1. Fraktur tertutup (closed), bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar
2. Fraktur terbuka (open/compound), bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan.
Berdasarkan garis fraktur dibedakan menjadi :
1. Fraktur komplit,bila garis patah melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang
2. Fraktur inkomplit, bila garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang
Berdasarkan jumlah garis fraktur, dibedakan menjadi :
1. Simple fraktur, bila hanya ada satu garis patah
2. Communitive fraktur, bila garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan atau bertemu
3. Segmental fraktur, bila fraktur lebih dari satu dan tidak saling berhubungan, misalnya frkatur 1/3 distal dan 1/3 proksimal
B. ETIOLOGI
Fraktur dapat disebabkan oleh trauma, antara lain :
1. Trauma langsung
Bila fraktur terjadi di tempat dimana bagian tersebut mendapat rudapaksa. Misalnya : benturan atau pukulan pada tulang yang mengakibatkan fraktur.
2. Trauma langsung
Misalnya pasien jatuh dengan lengan dalam keadaan ekstensi, dapat terjadi fraktur pada pergelangan tangan, suprakondiskuler, klavikula
3. Trauma ringan
Dapat menyebabkan fraktur bila tulang itu sendiri sudah rapuh
Selain itu, fraktur juga dapat disebabkan karena metastase dari tumor, infeksi, osteoporosis atau karena tarikan spontan otot yang kuat
C. TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala dari fraktur antara lain nyeri, hilangnya fungsi, deformitas, pemendekan ekstremitas, krepitasi, pembengkakan local dan perubahan warna
1. Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi. Spasme tulang yang menyertai fraktur untuk meminimalkan gerakan antara fragmen tulang
2. Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tidak dapat digunakan dan cenderung bergerak secara alamiah (gerakan luar biasa), bukannya tetap rigid seperti normalnya. Pergeseran fragmen pada fraktur lengan atau tungkai menyebabkan deformitas (terlihat maupun teraba). Ekstremitas yang bisa diketahui dengan membandingkan dengan ekstremitas normal. Ekstremitas tidak dapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot bergantung pada integritas tulang tempat melengketnya otot.
3. Pada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang melekat diatas dan dibawah tempat fraktur. Fragmen sering saling melengkapi satu sama lain sampai 2,5 – 5 cm (1-2 inci)
4. Saat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derki tulang yang dinamakan krepitasi/krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya.
5. Pembengkakan dan perubahan warna local pada kulit terjadi akibat trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Tanda ini bias baru terjadi setelah beberapa jam atau hari setelah cedera.
Tidak semua tanda dan gejala tersebut terdapat pada setiap fraktur. Kebanyakan justru tidak ada pada fraktur linier atau fraktur impaksi (permukaan patahan saling terdesak satu sama lain).
D. PATOFISIOLOGI
Jenis fraktur menurut hubungan antara ujung tulang dengan tulang yang mengalami fraktur dengan jaringan sekitarnya antara lain :
1. Fraktur tertutup, fraktur dimana kulit tidak tembus oleh fragmen tulang
2. Fraktur terbuka, fraktur dimana kulit dari eksremitas yang terlihat telah tembus.
Jika tulang telah patah, maka jaringan lunak sekitarnya juga rusak. Periosteum terpisah dari tulang dan terjadi perdarahan yang cukup berat. Bekuan darah terbentuk pada daerah tersebut. Bekuan darah akan membentuk jaringan granulasi dimana sel-sel pembentuk tulang primitive (osteogenik) berdiferen menjadi tendroblast. Tendroblast akan mensekresi posphat yang merangsang deposisi kalsium, kemudian terbentuk lapisan tebal (kalkus) di sekitar lokasi fraktur. Lapisan ini terus menebal dan meluas bertemu dengan lapisan kalkus dari fragmen (penyembuhan fraktur) terus berlanjut dengan terbentuknya trabekula oleh osteoblast yang melekat pada tulang dan meluas menyeberangi lokasi fraktur. Persatuan (union) tuilang akan menjalani transformasi metaplastik untuk menjadi lebih kuat dan terorganisasi. Kalkus tulang akan mengalami remodeling dimana obsteoblast akan menyingkirkan bagian yang rusak sehingga akan terbentuk tulang yang menyerupai keadaan tulang aslinya.
E. PENATALAKSANAAN
Fraktur biasanya menyertai trauma. Untuk itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap jalan nafas (air way), proses pernafasan (breathing), dan sirkulasi (circulation), apakah terjadi syok atau tidak. Bila sudah dinyatakan tidak ada masalah lagti, baru dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara terperinci. Waktu terjadinya kecelakaan penting ditanyakan untuk mengetahui berapa lama sampai di rumah sakit, mengingat golden period 1-6 jam. Bila lebih dari 6 jam, komplikasi infeksi semakin besar. Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara tepat singkat dan lengkap. Kemudian lakukan foto radiologist. Pemasangan bidai dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada jaringan lunak selain memudahkan proses pembuatan foto.
Pengobatan pada fraktur tertutup bias konservatif atau operatif. Tindakan pada fraktur terbuka harus dilakukan secepat mungkin. Penundaan waktu dapat mengakibatkan komplikasi infeksi. Waktu yang optimal untuk bertindak sebelum 6-7 jam (golden period). Berikan toksoid, anti tetanus serum (ATS), atau tetanus human globulin. Berikan antibiotic untuk kuman gram positif dan negative dengan dosis tinggi. Lakukan pemeriksaan kultur dan resistensi kuman dari dasar luka fraktur terbuka.
BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
A. Biodata
a) Identitas pasien
Nama : –
Umur : -
Jenis Kelamin : -
Alamat : -
Agama : -
Suku : -
b) Identitas Penanggung Jawab
Nama : –
Umur : -
Jenis Kelamin : -
Alamat : -
Agama : -
Suku : -
B. Riwayat Kesehatan
a) Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri pada pergelangan tangan kiri
b) Riwayat kesehatan sekarang
Kira-kira 2 jam yang lalu pasien jatuh dari atas setinggi kurang lebih 3 meter. Pasien mengeluh nyeri pergelangan tangan kiri. Hasil observasi ditemukan terdapat luka sepanjang kurang lebih 1 cm pada tangan kiri.
c) Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien tidak pernah mengalami penyakit yang serius dan belum pernah dirawat di rumah sakit. Pasien tidak mempunyai riwayat alergi
d) Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit tertentu/menular
e) Genogram
Keterangan :
: Perempuan
: Laki-laki
: Pasien
: Tinggal Serumah
C. Pola Fungsi Kesehatan
Ø Persepsi terhadap kesehatan
Apabila pasien sakit/mengalami masalah kesehatan biasanya pasien memeriksakan diri ke dokter atau meminta pertolongan pada dokter. Pasien mempunyai kebiasaan merokok satu bungkus perhari.
Ø Pola Aktivitas Latihan
Pasien melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Setiap hari pasien bekerja sebagai seorang wiraswasta.
Ø Pola Istirahat Tidur
Pasien tidur kurang lebih 8 jam perhari dengan kualitas nyenyak
Ø Pola Nutrisi Metabolik
Pasien makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi, sayur dan lauk, porsi banyak. Minum kurang lebih 8 gelas perhari, kadang air putih, kadang teh atau kopi.
Ø Pola Eliminasi
Pasien biasanya BAB 1 kali perhari, BAK kurang lebih 7 kali perhari
Ø Pola Kognitif Perseptual
Pasien sadar, bicara normal, pendengaran normal, penglihatan normal.
Ø Pola Konsep Diri
Pasien tidak mengalami gangguan dalam harga diri, ideal diri, identitas diri, gambaran diri dan peran dirinya.
Ø Pola Seksual Reproduksi
Pasien tidak mempunyai gangguan dalam pola seksual reproduksinya
Ø Pola Peran Berhubungan
Pasien sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Pasien bekerja sebagai seorang wiraswasta. Hubungan pasien dengan keluarga, tetangga maupun teman kerja baik
Ø Pola Nilai dan kepercayaan
Pasien beragama Kristen protestan, pasien rajin ke gereja bersama istri dan anaknya.
D. Pemeriksaan Fisik
a) Tanda-tanda vital
· Suhu : 370C
· Nadi : 84x/menit
· Tekanan darah : 120/80 mmHg
· Pernafasan : 24x/menit
· Skala nyeri : 7
b) Kulit, rambut dan kuku
Warna kulit sawo matang (normal), warna rambut hitam, warna kuku normal/tidak pucat
c) Kepala
Bentuk muka simetris, bentuk tengkorak normal, rambut bersih, kulit kepala bersih, tidak ada deformitas
d) Mata
Bentuk bola mata bulat, kelopak mata tidak ada benjolan, tidak oedema, konjungtiva tidak anemis
e) Telinga
Daun telinga dan liang telinga bersih, pasien tidak mengalami gangguan pendengaran, tidak ada nyeri tekan
f) Hidung
Bersih, tidak ada penyumbatan, tidak ada pendarahan, tidak ada secret, tidak ada krepitasi
g) Mulut
Bibir tampak agak kering, gigi bersih, gusi bersih, lidah bersih
h) Leher
Bentuk leher normal, tidak ada pembengkakan tiroid, gerakan normal
i) Dada dan paru-paru
Bentuk dada normal, tidak tampak benjolan/massa, tidak ada nyeri tekan, tidak ada krepitasi, pengembangan dada normal
j) Jantung
Tidak terlihat adanya pembengkakan, tidak teraba enjolan, frekuensi dan irama jantung normal
k) Abdomen
Bentuk normal, simetris, kontur permukaan rata, tidak ada penonjolan, tidak ada nyeri tekan
l) Anus dan rectum
Normal tidak ada hemoroid.
m) Alat kelamin
Normal, tidak ada kelainan
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Analisa Data
SYMPTOM
PROBLEM
ETIOLOGI
DS :
Pasien mengatakan nyeri pada pergelangan tangan krinya
DO :
· Pasien tampak menahan nyeri
· Skala nyeri 7
· Bengkak pada pergelangan tangan kiri
· Tangan kiri difiksasi dengan scab
Nyeri akut
Terputusnya kontinuitas jaringan tulang
DS :
Pasien mengatakan sulit tidur, tidur sering terbangun
DO :
· Mata Pasien tampak sayu
· Pasien tampak sering menguap
· Jumlah jam tidur berkurang dari 8 jam/hari menjadi 5 jam perhari
Gangguan pola tidur
Hospitalisasi
DS :
Pasien mengatakan cemas menjelang operasi
DO :
· Pasien tampak cemas dan tegang
· Pasien sering bertanya tentang prosedur operasi
Cemas dengan rencana tindakan operasi
Kurang pengetahuan
Diagnosa keperawatan dan prioritas masalah :
1. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya jaringan tulang
2. pola tidur berhubungan dengan hospitalisasi
3. Cemas dengan rencana tindakan operasi berhubungan dengan kurang pengetahuan
3. PERENCANAAN
WAKTU
NO DX
TUJUAN
INTERVENSI
RASIONAL
Tgl
Jam
18/7/07
13.00
1
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×24 jam diharapkan nyeri berkurang dengan kriteria:
· Pasien mengatakan nyeri berkurang
· Skala nyeri berkurang dari 7-2
· Monitor KU, TTV dan skala nyeri
· Pertahankan imonilisasi daerah fraktur
· Ajarkan teknik distraksi sampai relaksasi
· Kolaborasi dengan dokter dalam pemberi analgetik
Mengetahui perkembangan pasien untuk perencanaan lanjut
Mencegah kerusakan lebih lanjut
Membuat pasien lebih tenang
Mengurangi rasa nyeri.
19/7/07
08.00
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24 jam diharapkan gangguan pada pola tidur dapat teratasi dengan kriteria hasil :
Pasien mengatakan dapat istirahat/tidur dengan nyenyak
· Kaji pola dan kebutuhan tidur pasien serta gangguan tidur pasien
· Batasi pengunjung
· Ciptakan suasana dan lingkungan yang nyaman
· Anjurkan posisi yang nyaman untuk tidur
· Mengetahui gangguan dan pola tidur pasien
· Memberi kenyamanan pada pasien untuk istirahat
· Memberi kenyamanan pada pasien untuk istirahat
· Memberi kenyamanan pada pasien untuk tidur
19/7/07
13.00
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2×24 jam, diharapkan rasa cemas pasien berkurang dengan kriteria hasil :
· Pasien tidak bertanya-tanya lagi mengenai prosedur operasi. wajah pasien tampak tenang
· Kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada tingkat kecemasan
· Jelaskan prosedur tindakan operasi yang akan dilakukan pada pasien
· Tenangkan pasien
· Beri dukungan pada pasien
· Libatkan keluarga dalam pemberian dukungan dan motivasi.
· Mengetahui sejauh mana rasa cemas yang dialami pasien
· Memberi informasi pada pasien
· Menciptakan perasaan tenanag pada pasien
· Menciptakan perasaan tenanag
· Meningkatkan perasaan berbagi pada pasien
DAFTAR PUSTAKA
Brunner and Suddarth, 2001, Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah, Jakarta, EGC
Budi Santoso, Diagnosa Keperawatan Nanda, 2005-2006, prima medik
Doengos Marilynn dkk, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 2, Jakarta. EG
Heffina, 2002, Pedoman Praktek Keperawatan Dasar, Jakarta. EGC
Mansjoer Arief dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran Jilid II. Jakarta. Fakultas Kedokteran UI
Label:
asuhan keperawatan
Rabu, 10 Februari 2010
manfaat susu kedelai untuk menurunkan kadar glukosa darah
Susu kedelai memiliki manfaat lain yaitu untuk mengatasi keluhan menopause pada wanita. Wanita Jepang gemar sekali makan produk olahan kedelai seperti susu kedelai, makanya usia menopause tinggi dan jarang mengalami keluhan pasca-menopause.
Selain dibuat tempe, kedelai juga banyak diolah menjadi susu atau yang lebih dikenal susu kedelai. Pembuatan susu kedelai telah berkembang di negara Cina pada abad ke-2 sebelum masehi. Dari negeri tirai bambu itu berkembang ke Jepang dan ke negara-negara Asia Tenggara setelahPerang Dunia II.
Ahli gizi Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH), Nita Chairani, M Kes mengatakan, susu kedelai memiliki kadar protein dan komposisi asam amino hampir sama dengan susu
sapi. Susu kedelai juga tidak mengandung kolesterol. Kandungan protein dalam susu kedelai dipengaruhi oleh variatas kedelai. Susu kedelai dapat digunakan untuk meningkatan nilai gizi protein pada nasi dan makanan serealia lainnya.
PEMANFAATAN KEDELAI
Diabetes Mellitus
Bahan: 1 genggam biji kedelai hitam
Cara membuat:
Direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan:
diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara rutin setiap hari.
Selain dibuat tempe, kedelai juga banyak diolah menjadi susu atau yang lebih dikenal susu kedelai. Pembuatan susu kedelai telah berkembang di negara Cina pada abad ke-2 sebelum masehi. Dari negeri tirai bambu itu berkembang ke Jepang dan ke negara-negara Asia Tenggara setelahPerang Dunia II.
Ahli gizi Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH), Nita Chairani, M Kes mengatakan, susu kedelai memiliki kadar protein dan komposisi asam amino hampir sama dengan susu
sapi. Susu kedelai juga tidak mengandung kolesterol. Kandungan protein dalam susu kedelai dipengaruhi oleh variatas kedelai. Susu kedelai dapat digunakan untuk meningkatan nilai gizi protein pada nasi dan makanan serealia lainnya.
PEMANFAATAN KEDELAI
Diabetes Mellitus
Bahan: 1 genggam biji kedelai hitam
Cara membuat:
Direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan:
diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara rutin setiap hari.
Langganan:
Komentar (Atom)